Bersekolah Ikhlaskan Masa Lalu, Margie Hadirkan Harapan dan Imej Baru Lewat ‘Aku Pantas Bahagia’.

Bersekolah Ikhlaskan Masa Lalu, Margie Hadirkan Harapan dan Imej Baru Lewat ‘Aku Pantas Bahagia’.
November 7, 2020 By Joshua Williams Data

Kapanlagi. com – Penyanyi cantik Margareth kembali meramaikan industri musik Negeri lewat rilisan single terbarunya Aku Pantas Bahagia . Lagu tersebut merupakan karya membentuk composer bernama Pika Iskandar.

Gadis yang akrab disapa Margie ini menyebut jika semua harapannya sebagai seorang penyanyi benar-benar terwujud pada single ini. Margie juga merasa sangat puas sebab Ia juga ikut terjun langsung dalam proses penggarapan musik, rencana video, hingga strategi marketingnya.

“Aku mau minta musik yang agak drama dan lestari mendengarkan karakter vocal aku. Tetapi nggak berlebihan, tetap nyaman pada kuping pendengar, ” jelas Margie dalam press rilis yang diterima KapanLagi. com.

“Biasanya kan aku cuma terima jalan dari label aku. Kali tersebut aku benar-benar terlibat dan kerja keras bareng labelku Pelangi Records. Dan aku suka banget begini, ” sambungnya.

satu. Imej dan Nama Baru

Margie memang sejak lama ingin terlibat dan berekperimen dengan ide-ide kreatif serta pengalaman yang selama ini didapatnya. Menurut Margie, Aku Pantas Bahagia memberikan sebuah imej baru untuk dirinya.

“Imej baru menunjukan diriku bukan lagi Margareth yang terpuruk karena galau, tapi Margie yang sudah belajar dibanding pengalaman masa lalu dan mampu menghargai diri sendiri, ” berlanjut Margie.

Melalui single ini pula, wanita bernama sah Margareth Siagian itu memutuskan untuk mengubah nama panggungnya jadi Margie. Rupanya ada alasan tersendiri dalam balik keputusannya tersebut.

“Belajar mengikhlaskan masa lulus dengan membuka lembaran baru, watak baru, dan harapan baru. Menjadi Margie yang lahir baru, ” tambahnya sambil tersenyum.

2. Diangkat dari Kisah Masa Lalu Margie

Lagu ini diangkat dari kisah pribadi Margie, tepatnya tentang cinta di periode lalunya, di mana ketulusan cintanya pernah tidak dihargai, tidak dianggap dan dibiarkan dingin oleh si kekasih. Sampai akhirnya, Margie membatalkan untuk melepaskan cintanya karena Ia sadar tak boleh berlarut-larut pada kesedihan yang membuat hidupnya jadi tidak produktif dan negatif. Margie pun lantas move on dan bangkit. Ia merasa pantas untuk bahagia.

Karena telah menyatu dengan lagunya, Margie mengaku serupa sekali tak kesulitan saat menyanyikanya. Kesulitan hanya datang saat Margie diminta untuk beradegan di aliran kamera dalam pembuatan video klipnya.

“Kesulitan nggak ada karena aku benar-benar menikmati lagu ini dan notasi musiknya juga aku banget. Tapi tepat shooting video lumayan susah karena videonya kayak sinetron, banyak adegan-adegan yang aku masih kaku, ” tutup Margie.

(kpl/gtr)